01
Dec

Peran Keluarga dalam Mengobati Diabetes

Kesehatan

Perawatan diabetes bisa sangat sulit dan melelahkan karena konsistensi adalah kunci utama. The Mayo Clinic menyatakan bahwa Anda mungkin telah melakukan semua yang direkomendasikan dokter, tetapi gula darah tetap tinggi. Jika sudah begini, Anda pasti membutuhkan dukungan dan peran orang-orang terdekat Anda, seperti keluarga Anda, agar perawatan diabetes berlanjut dan Anda tidak berkecil hati.

Pengobatan diabetes setiap orang berbeda
Meskipun keduanya berusaha mempertahankan kadar gula darah normal, pengobatan diabetes untuk setiap orang dengan diabetes tentu berbeda.

Keluarga dapat memainkan peran penting dalam mengobati diabetes dengan mengetahui kondisi pasien. Biasanya, perawatan penderita diabetes sangat tergantung pada gejala dan kondisi pasien secara individu.

Rencana perawatan diabetes yang berhasil untuk satu orang mungkin tidak bekerja dengan baik untuk orang lain.

PB PERKENI Koordinator Dalam Negeri, Prof. Dr. dr. Pradana Soewondo Sp.PD-KEMD, menyatakan bahwa kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk keberhasilan pengobatan penyakit kronis ini.

“Apa pun jenis diabetes yang Anda miliki, obat saja tidak cukup. Dia (pasien) juga membutuhkan dokter yang berkualitas, akses dan penerangan,” kata prof. Dr. Pradana Soewondo Sp.PD-KEMD saat ditemui di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (11/11).

Konsistensi dan komitmen adalah kunci yang harus didukung oleh pasien diabetes. Karena mengatasi kondisi ini membutuhkan seumur hidup. Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan diabetes. Yang bisa Anda lakukan adalah mengendalikan diabetes Anda.

“Jika sekolah terus lelah, kadang-kadang bisa kena. Namun, jika (pengobatan diabetes) penyakit kronis itu tidak bisa mempengaruhi. Jadi, olahraga pagi, terus minum obat, diet. Ini harus dilakukan terus menerus. Jika kita bisa melakukan jadi, kita bisa mencegah komplikasi, “lanjutnya.

Peran Keluarga dalam Mengobati Diabetes

Konsultasi dan diskusi dengan dokter dan tim layanan kesehatan sangat penting dalam perawatan diabetes. Namun, ada hal yang tidak kalah pentingnya, yaitu peran keluarga dalam memberikan dukungan penuh ketika pasien diabetes dirawat.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Asosiasi Diabetes Indonesia (PERSADIA), dr. Sony Wibisono, Sp. PD., KEMD., FINASIM, menyatakan bahwa sesi konsultasi dokter hanya dilakukan dalam waktu singkat. Sementara itu, kehidupan nyata pasien dihabiskan bersama keluarga dan lingkungan eksternal.

“Kontak dengan profesional kesehatan dan mereka yang mengetahui kesehatan sangat penting. Tetapi berapa lama? Konsultasikan dengan dokter selama maksimal 15 menit. Setelah itu (pasien) pulang ke rumah untuk bertemu keluarga dan lingkungannya,” kata Dr. Sony Wibisono, Sp. PD., KEMD., FINASIM.

Dia menambahkan: “Pendidik itu penting, karena ada jembatan antara penjelasan dokter dan pasien. Tetapi kemudian, siapa yang bertanggung jawab? Keluarga. Adalah keluarga yang mengingat, mendukung. Tidak hanya itu, ada juga orang-orang terdekat di luar keluarga “.

Jika semua pihak yang sering melakukan kontak langsung dengan pasien sangat mengetahui kondisi diabetes dan bersedia berperan, pengobatan diabetes akan dilakukan secara efektif. Karena para pihak mempunyai tugas mengingat konsistensi perawatan untuk diabetes.

“Berapa lama kita tinggal di rumah? Ada juga lingkungan sekolah, perguruan tinggi, kantor, juga harus disosialisasikan bahwa diabetes (orang) berbeda (hidup). Makan teratur, yang kedua secara teratur minum obat, yang ketiga harus berolahraga. Siapa yang ingat? Jika keduanya ingat, keluarga dan lingkungan, jelas bisa lebih baik “, pungkas Dr. Sony Wibisono, Sp. PD., KEMD., FINASIM.

Baca Juga :