25
Nov

Bahaya Skin Care

Kesehatan

Silikon adalah senyawa kimia buatan yang terbuat dari mineral alami. Dalam dunia kesehatan, silikon sering digunakan untuk mengobati luka dan menutupi bekas luka mereka.

Dengan tekstur yang unik, silikon sering digunakan dalam produk perawatan kulit untuk membuat permukaan kulit lebih halus.

Karena itu, senyawa kimia yang juga berasal dari tanaman ini sering digunakan dalam krim pelembab dan serum sehingga kulit terasa elastis dan halus.

Bagi orang awam, penggunaan silikon dalam produk perawatan kulit bisa menimbulkan banyak kekhawatiran.

Tetapi kenyataannya adalah bahwa, menurut sebuah artikel di majalah resmi Brazilian Society of Dermatology, senyawa silikon cukup bermanfaat bagi kesehatan kulit Anda.

Senyawa yang berasal dari mineral terestrial tampaknya diperlukan dalam pembentukan jaringan kolagen dan dapat meningkatkan elastisitas kulit.

Menurut Greceanne Svendsen, ahli kecantikan dari Shafer Plastic Surgery, silikon tidak dianggap berbahaya. Alasannya sampai sekarang, saya belum menemukan efek serius silikon pada jaringan kulit.

Bahaya Skin Care

Artinya, silikon dianggap aman dan menawarkan manfaat kesehatan yang baik untuk kulit Anda. Seperti disebutkan, silikon membantu menjaga kulit terhidrasi dan melembut.
Mengapa silikon dianggap berbahaya bagi kulit?

Setelah mengetahui bahwa penggunaan silikon dalam produk perawatan kulit tidak berbahaya, mengapa kebanyakan orang menganggap sebaliknya?

Ternyata ada beberapa alasan di balik pernyataan itu, yaitu:
Kelebihan silikon tidak dianggap begitu penting

mengatasi kulit wajah yang kering akibat tretinoin

Salah satu alasan mengapa silikon dianggap berbahaya karena senyawa ini tidak memiliki manfaat signifikan bagi kulit.

Faktanya, seperti yang disebutkan dalam pernyataan oleh Dr. Deanne Mraz Robinson, ahli dermatologi Healthline tepercaya, silikon memiliki dampak yang cukup positif.

Ini karena silikon perawatan kulit dapat menghalangi kelembaban kulit, membuat wajah Anda lebih lembut dan lebih tahan.
Sulit dibersihkan dengan air dan menyumbat pori-pori

perawatan kulit mengencangkan pori-pori

Selain dianggap tidak memiliki manfaat signifikan, diyakini silikon memiliki bahaya karena diduga menjadi salah satu penyebab pori-pori kulit tersumbat.

Silikon sebenarnya bersifat hidrofobik, yang berarti tidak dapat larut dalam air dan akan sulit dibersihkan dengan air.

Namun, produk perawatan kulit yang mengandung silikon dapat dibersihkan menggunakan minyak deterjen.

Dengan cara ini, silikon yang menempel pada kulit bisa terangkat dengan baik.
Efek samping silikon untuk kulit

Meski aman, silikon juga memiliki efek samping bagi kulit seperti:
Aktifkan jerawat

jerawat tumbuh di tempat yang sama

Sama seperti senyawa kimia lainnya, silikon juga memiliki kelemahan, terutama bagi Anda yang kulitnya cenderung menyebabkan jerawat.

Sifat yang menghambat kelembaban juga bisa “menghalangi” zat lain.

Silikon dalam perawatan kulit yang digunakan pada kulit yang rentan rusak dapat menangkap sisa minyak, kotoran dan sel kulit mati.

Akibatnya, jerawat bisa muncul setelah menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung silikon.

Oleh karena itu, dokter kulit menyarankan agar tidak menggunakan produk dengan kandungan silikon jika wajah rentan terhadap kerusakan.
Menghalangi penyerapan produk lain

produk perawatan anti penuaan

Silikon tidak cocok untuk orang yang suka menerapkan rutinitas perawatan kulit mulai dari 3 hingga 10 langkah.

Ini karena silikon dapat mencegah produk lain mencapai lapisan kulit yang lebih dalam yang digunakan kemudian.

Menurut Mraz Robinson, silikon memiliki sifat melindungi kulit dari senyawa lain. Artinya, ketika wajah diterapkan ke produk lain, itu akan sia-sia.

Karena itu, mungkin Anda bisa menggunakan produk berbasis silikon pada tahap akhir untuk memaksimalkan penyerapan produk perawatan kulit lainnya.

Dapat disimpulkan bahwa silikon tidak menghadirkan bahaya yang dapat merusak jaringan kulit. Namun, masih ada kemungkinan efek samping.

Yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung silikon.

Baca Juga :